Gunung Merapi, merupakan gunung yang
berada di perbatasan wilayah Kabupaten Sleman , Magelang, Boyolali, dan
Klaten. Gunung yang berada diketinggian 2.968 meter diatas permukaan
laut (per tahun 2006) menyimpan berbagai hal yang menarik termasuk
hal-hal mistik yang ada. Hal ini tak lepas dari adanya Keraton
Yogyakarta yang sangat kental dengan kultur dan budayanya. Maka tak
jarang ketika Gunung Merapi sedang bergejolak Keraton
Yogyakarta selalu mengadakan ritual atau acara khusus untuk menghormati
makhluk halus yang dianggap sebagai penghuni atau penjaga Gunung Merapi.
Ritual tersebut adalah labuhan yang biasanya dilaksanakan pada tanggal
kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab.
Alam senantiasa menjaga
keseimbangannya setiap waktu, maka manusialah yang harus peka terhadap
tanda-tanda alam. Oleh sebab itu Gunung Merapi juga dianggap sebagai
gunung hidup yang terus berkembang dan sewaktu-waktu akan mendatangkan
bahaya. Itulah sebabnya Alm. Mbah Marijan sebagai penjaga Gunung Merapi
rajin tirakat, selalu memimpin upacara labuhan dengan mengelilingi desa
bersama masyarakat Dusun Kinahrejo membaca doa-doa untuk minta
keselamatan. Ritual juga dilakukan di sebuah petilasan di puncak Merapi
meminta kepada mahluk halus, agar kerajaan tengah atau Keraton
Yogyakarta yang dihuni manusia tidak diganggu.
Keberadaan juru kunci Gunung Merapi
penting karena Keraton Yogyakarta dibangun atas 2 astral yaitu Gunung
Merapi dan Pantai Laut Selatan. Menurut legenda pada jaman dahulu ada
orang bernama Sutowijaya yang diberi tanah oleh Sultan Demak, maka
berangkatlah Sutowijaya ke tanah yang dimaksud. Saat sedang membangun,
banyak korban yang terjadi, salah satunya ada pekerja yang mati sehabis
memotong pohon. Sutowijaya menjadi putus asa sehingga ia bertapa di
sebuah gua.
Saat itulah, Sutowijaya dilihat oleh Nyi Roro Kidul. Lalu, Nyi Roro
Kidul menggodanya dengan wujud naga dengan api yang panas, tapi
Sutowijaya tidak tergoyahkan. Nyi Roro Kidul lalu menjelma menjadi
wanita cantik tanpa busana. Saat itu Sutowijaya sudah mulai tergoyahkan
namun, tetap bertahan. Lalu Nyi Roro Kidul kembali ke wujud asalnya dan
bertanyalah Nyi Roro Kidul apa yang diminta oleh Sutowijaya. Sehabis
Sutowijaya menjelaskan maka Nyi Roro Kidul menyanggupi untuk mengusir
penunggu di tanah kerajaan Sutowijaya ( yang merupakan anak buah Nyi
Roro Kidul ), tapi dengan syarat Sutowijaya harus menikahi Nyi Roro
Kidul, dan semua Raja Mataram harus menikah dengan Nyi Roro Kidul juga.
Sutowijaya setuju, lalu gua tersebut
berubah menjadi satu istana yang megah lengkap dengan kamar
pengantinnya. Sutowijaya bertanya kepada Nyi Roro Kidul kemanakah
perginya penunggu itu. Nyi Roro Kidul menjawab ada di gunung sekitar
Yogjakarta. maka Sutowijaya menyuruh bawahannya untuk bertugas sebagai
juru kunci di gunung sekitar Yogjakarta. Sutowijaya juga meminta agar
Kraton Yogyakarta dilindungi. Itupun juga disanggupi oleh Nyi Roro
Kidul. Jadi tugas juru kunci adalah sebagai pengawas anak buahnya Nyi
Roro Kidul agar raja mengetahui jika terjadi masalah di Gunung Merapi.
Selain itu juru kunci memberi arti yang
sangat penting bagi para pendaki Gunung Merapi. Juru Kunci biasanya
memberitahukan apa yang saja pantangan saat mendaki, jalur pendakian dan
jalur penyelamatan serta memberi informasi kepada penduduk sekitar jika
ada aktifitas Gunung Merapi yang dirasa membahayakan. Meski kejadian enggannya
Alm. Mbah Marijan mengingatkan kita saat beliau tidak mau diajak untuk
mengungsi ditempat aman, pastinya beliau memiliki alasan tersendiri yang
kita tak pernah tahu pastinya.
Hubungan garis imajiner antara Gunung
Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Laut Selatan juga menjadi salah
satu bukti bahwa memang ada keterkaitan diantara ketiga hal tersebut.
Kita sebagai manusia, hendaknya turut menjaga dan melestarikan alam
sekitar dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitar sebatas
kebutuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar